(Jakarta-JDN) – Pengelolaan hasil laut tangkapan dapat terarah, dan berkualitas, bila pengembangan korporasi dapat ditingkatkan oleh nelayan. Melalui BUMN (Badan Usaha Milik Negara), maupun korporasi, pemberdayaan nelayan dapat ditingkatkan lebih tinggi lagi, khususnya di dalam upaya memperluas jaringan kerja sama perikanan dengan berbagai pihak.

Hal itu menjadi penegasan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Jakarta, Kamis (15/4/2021).
“Harus dimulai dengan pembentukan korporasi supaya nelayan bisa meningkatkan daya saingnya, misalnya untuk mendapatkan kredit kapal ukuran besar,” kata Wakil Presiden RI.

Dengan membentuk korporasi, cara untuk mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) akan lebih mudah. Begitu pula dengan perbaikan armada, maka dapat meningkatkan daya saing nelayan. “Nantinya kita arahkan untuk pengembangan yang lebih stategis, seperti untuk ekspor hasil tangkapan nelayan ke negara yang membutuhkan,” kata Ma’ruf Amin.

Hasil tangkapan ikan nelayan untuk ekspor (Foto Mulia Nasution)

Melalui pembentukan korporasi, pengelolaaan hasil laut tangkapan dapat terarah, dan berkualitas. “Nelayan juga memperoleh pelatihan di dalam upaya meningkatkan kapasitasnya,” kata Ma’ruf Amin. “Perlu kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan seperti perbankan.”

Wapres hari ini menerima Pimpinan Pusat SNNU (Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama) secara virtual.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), nilai ekspor hasil perikanan Indonesia mencapai Rp73,6 miliar pada 2019, sementara pada 2018 nilainya sebesar Rp66,4 miliar.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina menyebut hasil perikanan Indonesia diterima banyak negara. Hal itu karena setiap pemasukan, atau pengeluaran komoditas perikanan ke atau dari wilayah Indonesia, harus dilaporkan kepada petugas BKIPM. Lalu dilakukan tindakan karantina.

Pasar utama komoditas perikanan dari Indonesia ke 158 negara, yaitu Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Malaysia, Taiwan, Thailand, Singapura, Vietnam, Italia, Hong Kong, dan lainnya. Sementara itu, komoditas utama ekspor hasil perikanan Indonesia antara lain udang, tuna, dan jenis pelagis lainnya seperti cumi-cumi (gurita), rajungan, ikan demersal, tilapia, serta rumput laut.