Jakarta (JDN) – Indonesia akan memiliki tiga kawasan industri halal yang beroperasi dalam lima tahun ini. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan target pembangunan tiga kawasan industri dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada 2020-2024 telah tercapai pada 2021.

“Dalam lima tahun akan ada tiga kawasan industri halal yang akan beroperasi. Pada tahun ini sudah tercapai,” kata Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito seperti dikutip Antaranews di Jakarta.

Ketiga kawasan industri halal tersebut yakni Modern Cikande Industrial Estate di Serang (Banten), Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo (Jawa Timur), serta kawasan industri halal Bintan Inti Halal Hub di Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau).

Menurut Warsito, fenomena pembangunan kawasan industri halal terjadi setelah keluar Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 17 Tahu 2020 tentang Tata Cara memperoleh Surat Keterangan dalam rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal.

Ilustrasi. Pemerintah dorong Kawasan Industri Halal bekerja sama dengan usaha kecil (Foto: Mulia Nasution)


“Ini menjadi momentum yang baik untuk kita mendorong pembangunan kawasan lndustri tematik dengan tujuan memenangkan investasi,” ujar Warsito pekan lalu.

Di dalam kawasan industri halal dapat dikembangkan investasi halal terkait, di antaranya industri kosmetika, dan fesyen.

Kemenperin mengembangkan potensi produk dan jasa industri halal di Tanah Air. Hal itu bertujuan memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Demi mengakselerasi pengembangan sektor riil ekonomi syariah atau yang dikenal dengan industri halal, Kemenperin memandang perlu memperkuat seluruh rantai nilai industri halal (halal value chain) dari sektor hulu sampai hilir.

Jangkar Industri Domestik

Pengembangan kawasan industri produk halal bertujuan sebagai penghela (pull factor) untuk menggerakkan industri domestik yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong perekonomian nasional.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan kawasan industri halal (KIH) bisa menjadi faktor penarik  dalam industri domestik sehingga lapangan kerja semakin terbuka luas untuk masyarakat pekerja.

Ilustrasi. Hasil produksi industri kecil (Foto: Mulia Nasution)

“Pengembangan kawasan industri produk halal bertujuan sebagai penghela untuk menggerakkan industri domestik yang dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong perekonomian nasional,” kata Wapres Ma’ruf Amin beberapa waktu lalu.

Pengembangan kawasan industri halal tersebut juga bertujuan agar pelaku usaha kecil dan menengah dapat terlibat lebih banyak dalam kegiatan produksi rantai pasok industri halal global atau global halal value chain, kata Wapres.

Pembentukan kawasan industri halal dan zona halal di dalam kawasan industri yang sudah ada merupakan salah satu langkah strategis yang dilakukan Pemerintah untuk menjadi lebih produktif.

“Dengan pembentukan kawasan industri halal, seluruh layanan yang berhubungan dengan kehalalan produk berada dalam satu atap atau one stop service,” ujarnya.

Hingga saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menetapkan dua KIH yang berada di kawasan industri di Jawa Timur dan Banten. Kedua KIH tersebut ialah SAFE and LOCK Halal Industrial Park (HIP) di Sidoarjo dan Modern Cikande Industrial Estate di Serang.

Ilustrasi. Roti salah satu produk usaha kecil yang akan berkembang (Foto: Mulia Nasution)

Sementara itu empat kawasan industri lain masih dalam proses persiapan untuk memiliki klaster halal, yakni Kawasan Industri Bintan Inti, Kawasan Industri Batamindo, Kawasan Industri Jakarta Pulogadung dan Kawasan Industri Surya Borneo di Kalimantan Tengah.

Kawasan industri halal akan memfasilitasi kolaborasi produsen produk halal dengan UMKM sekitar sehingga memberikan dampak sosial dan ekonomi besar kepada masyarakat. Industri produk halal akan menggandeng sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pertanian dalam rantai pasok (supply chain) industri halal.

Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia Bidang Ekonomi dan Keuangan Dr Lukmanul Hakim menyatakan langkah itu untuk mendorong pengembangan ekosistem produk halal secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Kawasan industri halal diharapkan memfasilitasi kolaborasi produsen produk halal dengan UMKM sekitar sehingga memberikan dampak sosial dan ekonomi besar kepada masyarakat,” kata Lukmanul Hakim.

 UMKM, khususnya sektor pertanian, perikanan dan peternakan, merupakan sektor yang tumbuh tinggi di saat pandemi covid-19. Sektor ini juga merupakan sektor usaha yang digeluti mayoritas penduduk Indonesia.

Dengan kolaborasi usaha besar dengan UMKM secara terintegrasi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Kita beryukur mengawali tahun 2021 pertumbuhan ekonomi mengalami positif setelah negatif pada 2020 akibat pandemi covid-19,” ucap Lukmanul Hakim.

Manajer Pemasaran PT Modern Industrial Estat, Wahyu Hidayatullah memaparkan perkembangan kawasan industri halal Modern Halal Valley diyakini memiliki prospek bagus saat ini dan ke depan, apalagi sejumlah perusahaan sudah masuk di kawasan ini tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Modern Halal Valley juga menyediakan zona UMKM untuk memfasilitasi usaha kecil dan menengah.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan bank-bank syariah untuk pembiayaan UMKM di kawasan kami,” ujar Wahyu.

Ia juga mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan perizinan kawasan Industri Halal yang saat ini baru ada 2 yang berizin di Indonesia.

Kawasan Modern Halal Valley seluas 500 hektar, didukung dengan fasilitas terintegrasi, termasuk aspek pelayanan proses audit dan sertifikasi produk halal. Di kawasan ini akan dibangun gedung LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Obat-obatan, Makanan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia)

Modern Halal Valley menyediakan fasilitas terintegrasi hingga sarana infrastruktur pelabuhan kering (dry port) yang terkoneksi dengan jaringan kereta api ke bandara dan pelabuhan.