Arizona [JDN] – Bos baru Intel Pat Gelsinger resah karena begitu banyak chip komputer yang dibuat di Asia. Menurut dia, hal itu tidak masuk akal.

Kepada BBC, Gelsinger menyebutkan, mayoritas prosesor saat ini diproduksi oleh TSMC Taiwan dan Samsung dari Korea Selatan. Keduanya sebagai pemain utama produsen chip dunia.

Disebutkan, terkait hal itulah, Intel yang berbasis di AS berencana mendirikan divisi baru untuk membuat chip bagi perusahaan lain berdasarkan desain mereka sendiri.

Hingga saat ini, fokusnya adalah pada pembuatan chipnya sendiri di pabriknya di seluruh dunia.

Pat Gelsinger mengatakan, Intel akan menginvestasikan US$ 20 miliar di dua pabrik fabrikasi baru di negara bagian Arizona, AS, selain perluasan besar-besaran dari fasilitas di Irlandia yang ada di County Kildare.

“Memiliki 80% dari semua pasokan di Asia bukanlah cara yang cocok bagi dunia untuk melihat teknologi paling penting,” kata Gelsinger.

Ia mengatakan, setiap telepon cerdas, setiap telemedicine, setiap pekerja jarak jauh, setiap pembelajaran jarak jauh, setiap kendaraan otonom, setiap aspek kemanusiaan menjadi lebih digital.

“Dan ketika menjadi digital, itu berjalan pada semikonduktor. Ini adalah inti dari setiap aspek kehidupan manusia ke depan. Dan dunia membutuhkan rantai pasokan yang lebih seimbang untuk mencapai itu. Kami akan turun tangan,” tutur dia.

Dia menambahkan, Intel juga bermaksud membangun pengecoran pembuatan chip lebih lanjut di negara Eropa lainnya. Namun, ia tidak menyebutkan tentang di mana tepatnya.

Meskipun langkah-langkah itu tergolong terlambat untuk mengatasi kekurangan chip yang menyebabkan masalah bagi pembuat mobil dan lainnya, langkah-langkah itu setidaknya dapat membantu Barat menghindari krisis di masa depan.

Politisi di AS dan Uni Eropa telah menyerukan agar lebih banyak pabrik penghasil chip dibangun secara lokal. Alasannya, ada kekhawatiran bahwa Beijing bertujuan menyatukan kembali China daratan dengan Taiwan, sementara Korea Utara menjadi ancaman bagi tetangganya di selatan.

Persoalannya, Intel berulang kali meleset dari target manufaktur selama beberapa tahun terakhir.

Akibatnya, prosesor desktop terbaru menggunakan teknologi transistor yang lebih tua daripada silikon saingan dari AMD dan Apple, yang menempatkan komponen pada posisi kurang menguntungkan.

BBC menilai, Gelsinger harus bisa membuktikan bahwa perusahaannya telah melupakan masalah tersebut jika bisnis barunya ingin berkembang.