Menteri Keuangan Sri Mulyani [Foto: Dok Kemkeu]
Jakarta [JDN] – Perekonomian nasional terus melanjutkan pemulihan seiring kesehatan masyarakat yang membaik. Sinyal pemulihan ekonomi ditunjukkan dengan kembalinya tingkat kepercayaan masyarakat ke level optimistis pada angka 101,5, jauh melampaui periode awal pandemi sejalan dengan tren mobilitas masyarakat yang mengalami peningkatan secara konsisten sejak bulan April.

Selain itu, Indeks Penjualan Ritel menunjukkan keberlanjutan pemulihan konsumsi masyarakat pada Maret dan April 2021, secara umum ditopang oleh peningkatan konsumsi pada seluruh kelompok, termasuk penjualan mobil ritel mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi, sebesar 227,6 persen (yoy) dan 2,5 persen (mtm) yang mengindikasikan perbaikan tingkat konsumsi kelas menengah.

“Kita semuanya harus menjaga momentum dan pada saat yang sama tetap waspada terhadap risiko yang begitu sangat dinamis. Jadi setiap proyeksi ada catatannya. Setiap optimisme selalu ada kewaspadaannya,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, 25 Mei 2021.

Selanjutnya, kata Menkeu, indikator konsumsi listrik pada April 2021 memasuki zona positif, tumbuh hampir di semua sektor yang menunjukkan adanya recovery ekonomi.

Penerapan PPKM yang terkendali mendukung tingkat PMI Manufaktur semakin ekspansif, yaitu mencapai 54,6 pada April, dan mencatatkan rekor tertinggi sejak 2011. Dari sisi perdagangan internasional, Neraca Perdagangan Indonesia melanjutkan tren positif dengan surplus US$ 2,19 miliar pada April 2021, atau surplus yang terakumulasi sebesar US$ 7,7 miliar sejak Januari-April 2021.

Kinerja ekspor tumbuh dua digit, yaitu meningkat sebesar 51,9 persen (yoy) dan 25,0 persen (ytd), terutama didorong pertumbuhan ekspor nonmigas seperti besi dan baja, mesin dan peralatan elektrik, karet, logam mulia, timah, dan tembaga.

Kinerja impor juga menunjukkan pertumbuhan positif meski tak sebaik Maret, didorong oleh pertumbuhan impor migas dan nonmigas mesin dan peralatan elektrik, bahan kimia organik, barang dari plastik. Indikasi ke arah perbaikan ekonomi juga terlihat dari Neraca Pembayaran Kuartal I 2021 yang mencatatkan surplus sebesar US$ 4,1 miliar, berbalik arah dari kuartal sebelumnya

Aktivitas ekonomi pada Kuartal II 2021 diyakini akan terus meningkat didorong oleh technical rebound dan pemulihan aktivitas ekonomi yang semakin solid. Selain itu, pertumbuhan positif juga didukung oleh pola siklus bisnis yang lebih intensif pada Kuartal II 2021 seperti adanya panen raya, momentum idul fitri, serta libur tahun ajaran baru.

Dengan kondisi demikian, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan mencapai 4,5 sampai dengan 5,3 persen (yoy).

APBN terus bekerja keras untuk melanjutkan momentum perbaikan ini, ditunjukkan dengan peningkatan penerimaan negara dan pertumbuhan belanja negara, serta kondisi kas yang lebih optimal. [PR/YS]