Singapura [JDN] – Ekonomi Singapura tumbuh 0,2 persen (yoy) pada kuartal pertama 2021. Ini merupakan perubahan drastis setelah kontraksi di tiga perempat kuartal sebelumnya. Singapura kini melanjutkan pemulihannya dari pandemi Covid-19.

Seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (14/4/2021), produk domestik bruto (PDB) Singapura meningkat sebesar 2 persen antara Januari dan Maret. Hal itu memperpanjang pertumbuhan 3,8 persen pada kuartal sebelumnya. Angka itu di atas perkiraan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI). Malah, ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan 0,2 persen.

Ekonomi Singapura telah terpukul oleh pandemi Covid-19. Setelah kasus pertama dilaporkan di Singapura pada 23 Januari tahun lalu, Singapura membukukan pertumbuhan PDB 0 persen pada kuartal pertama, diikuti oleh kontraksi pada tiga kuartal berikutnya.

Tahun lalu, ekonomi Singapura menyusut 5,4 persen. Angka itu merupakan kontraksi tahunan pertama Singapura sejak 2001 dan resesi terburuk sejak negeri itu merdeka.

“Peningkatan ini merupakan sinyal kuat bahwa ekonomi kita perlahan tapi pasti pulih dari dampak Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun lalu,” kata Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing dalam postingannya di Facebook setelah data ekonomi Singapura dirilis.

“Meskipun demikian, kami optimistis dengan hati-hati, masih banyak risiko penurunan yang harus kami perhatikan,” tambahnya.

Menurut dia, ekonomi Singapura naik didukung oleh aktivitas manufaktur yang kuat. Sektor ini tumbuh 7,5 persen (yoy). Pertumbuhan itu didukung oleh ekspansi output di klaster manufaktur elektronik, teknik presisi, bahan kimia, dan manufaktur biomedis.

Sektor konstruksi terus mengalami kontraksi, meskipun pada tingkat yang lebih lambat, karena aktivitas di sektor swasta dan publik meningkat. Sektor ini menyusut 20,2 persen pada kuartal pertama, dibandingkan dengan penurunan 27,4 persen pada kuartal keempat tahun 2020. [YS]