Menteri Keuangan Sri Mulyani [Foto: Dok Kemkeu]
Jakarta [JDN] – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Dialog Investor Infrastruktur G20 Tahun 2021 yang dilaksanakan Presidensi G20 Italia bersama OECD untuk membahas solusi terkait dengan “Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan untuk Pemulihan”, telah berhasil membahas beberapa topik.

Beberapa topik itu seperti, investasi infrastruktur untuk pemulihan pandemi Covid-19, mobilisasi pembiayaan swasta untuk infrastruktur berkelanjutan serta mitigasi risiko, dan  keberlanjutan serta investasi infrastruktur yang berkualitas.

“Saya percaya dialog telah memberikan kita platform efektif untuk membangun visi bersama untuk penciptaan nilai jangka panjang dalam infrastruktur antara regulator pemerintah dan investor,” ujar Menkeu dalam sambutan penutup secara daring pada 2021 G20 Infrastructure Investors Dialogue: Financing Sustainable Infrastructure for the Recovery, 3 Juni 2021.

Menurut Menkeu, infrastruktur merupakan pendorong kemakmuran ekonomi dan memberikan dasar yang kokoh bagi pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif.

Dengan pandemi Covid-19 saat ini, banyak negara dan yurisdiksi akan memiliki ruang fiskal yang lebih sedikit. Jadi dengan ruang fiskal yang lebih sedikit ini karena pengeluaran yang diperlukan untuk covid-19 dan respons krisis, menjadi lebih penting untuk mengeksplorasi sumber pendanaan alternatif untuk infrastruktur.

“Sejalan dengan rencana G20 menuju infrastruktur sebagai kelas aset, dan berdasarkan laporan G20/OECD tentang kerja sama dengan institusi, investor dan pengelola aset di bidang infrastruktur, dialog antara investor publik dan swasta untuk memobilisasi pendanaan infrastruktur dalam hal ini untuk menjembatani kesenjangan investasi infrastruktur harus dilanjutkan,” harapnya.

Menkeu menambahkan, dalam diskusi tentang model bisnis, teknik pembiayaan yang inovatif, dan juga beberapa contoh dari beragam peserta dan pasar untuk membuka pembiayaan untuk infrastruktur berkelanjutan yang dilakukan hari ini sangat relevan dan tepat waktu.

Selain itu, diskusi ini telah membahas mengenai penanganan isu infrastruktur dan juga memberi pemahaman dan penilaian yang lebih baik tentang keberlanjutan dalam meningkatkan alokasi antara sektor publik dan swasta, mekanisme risiko atas siklus hidup infrastruktur, serta memberikan solusi baik bagi pemerintah maupun investor dalam mengintegrasikan pendanaan infrastruktur dengan mempertimbangkan keadaan negara yang berbeda.

“Hadirin sekalian untuk kepresidenan G20 berikutnya pada tahun 2022, di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah, kami akan melanjutkan dialog investor infrastruktur G20 sebagai bagian dari diskusi kami tentang agenda infrastruktur untuk mengoptimalkan kontribusi infrastruktur terhadap pemulihan yang hijau, tangguh, dan inklusif. 2020 adalah tahun yang kritis dalam melanjutkan pekerjaan global kita untuk menjaga pemulihan ekonomi global menuju pertumbuhan yang kuat, seimbang, dan inklusif. Dalam kaitan ini, investasi di bidang infrastruktur menjadi kunci pemulihan ekonomi global,” tutur Menkeu.

Sebagai informasi, Dialog Investor Infrastruktur G20 2021 berupaya memajukan proposal yang ditemukan dalam Laporan G20/OECD tentang Kolaborasi dengan Investor Institusional dan Manajer Aset di Infrastruktur. Dialog ini juga ditujukan untuk mendukung kolaborasi berkelanjutan antara sektor publik dan swasta agar dapat membuka investasi lebih lanjut, terutama peran investasi infrastruktur yang berkualitas untuk pemulihan. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan agenda Kelompok Kerja Infrastruktur G20 yang dihadiri anggota G20, pemain kunci sektor swasta, perwakilan dari organisasi internasional dan akademisi. [PR/YS]