Alibaba. [Foto: Forbes]
Hong Kong [JDN] – Pemerintah Tiongkok mendenda Alibaba Group Holding Ltd sebesar 18 miliar yuan atau sekitar US$ 2,75 miliar (Rp 40,19 triliun) karena terbukti melanggar aturan anti-monopoli dan menyalahgunakan posisi pasar dominannya. Itu merupakan denda antitrust tertinggi yang pernah diberlakukan di Tiongkok.

Sanksi tersebut setara dengan sekitar 4% dari pendapatan Alibaba tahun 2019. Hukuman itu merupakan sanksi keras yang belum pernah dialami konglomerat teknologi itu.

Kerajaan bisnis Alibaba yang didirikan Jack Ma telah berada di bawah pengawasan ketat, setelah kritik pedasnya terhadap sistem peraturan Tiongkok pada akhir Oktober, demikian dikutip Reuters, Sabtu (10/4/2021).

Pada akhir Desember, Otoritas Negara untuk Peraturan Pasar (SAMR) Tiongkok mengumumkan telah meluncurkan penyelidikan antitrust ke Alibaba. Langkah itu diterapkan setelah pihak berwenang membatalkan rencana IPO senilai US$ 37 miliar dari Ant Group, unit keuangan internet Alibaba.

“Ini memang kasus anti-monopoli tertinggi di China,” kata Hong Hao, kepala penelitian BOCOM International di Hong Kong.

Menurut dia, pasar sebenarnya telah mengantisipasi hukuman untuk beberapa waktu, namun perlu memperhatikan langkah-langkah di luar investigasi anti-monopoli.