Jakarta (JDN) – Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh Kementerian Sekretariat Negara. Penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensesneg sekaligus menandai berakhirnya penguasaan dan pengelolaan TMII oleh Yayasan Harapan Kita.
“Setelah 43 tahun lebih dikelola Yayasan Harapan Kita, tidak memberikan kontribusi kepada keuangan negara. Terdapat rekomendasi dari pemangku kepentingan, terutama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar meningkatkan optimalisasi pengelolaan. Supaya efektif, berkontribusi yang signifikan bagi keuangan negara,” kata Mensesneg Praktikno.

Kegiatan Kenegaraan

Merujuk pada Keppres Nomor 51 Tahun 1977, TMII adalah milik Negara RI yang pengelolaannya dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang menilai kebijkan Kemensesneg mengambil alih pengelolaan TMII merupakan langkah strategis di dalam pengelolaaan aset negara.
“Kalau aset negara dikelola dengan baik, hasilnya masuk ke kas negara. Berguna untuk membangun negara,” kata Junimart Girsang, Rabu (7/4/2021) kemarin.

Begitu pula pengelolaaan Komplek Kemayoran dan Gelora Bung Karno, kata Girsang, seharusnya tidak perlu diperpanjang. Sebaiknya diambil alih oleh negara.
“Dibuatkan taman hijau sehingga bermanfaat bagi negara,” kata Girsang. “Toh selama ini kontribusi ke negara, tidak seperti harapan.”

Transisi pengelolaaan TMII ini tidak akan mengganggu hak para pegawai. TMII akan beroperasi normal bagi masyarakat selama transisi manajemen dari Yayasan Harapan Kita. Ke depan TMII akan dikelola untuk meningkatkan manfaat bagi masyarakat, serta memperluas kontribusi bagi negara.
Temuan BPK di bulan Januari 2021 untuk laporan hasil pemeriksaan 2020, rekomendasi pengelolaan TMII harus lebih meningkat oleh Kemensesneg terhadap aset yang dikuasai oleh negara tersebut.

Kegiatan Kesenian

TMII berada di kawasan strategis di Jakarta Timur. Luasnya 1.467.704 m2, beserta bangunan di atasnya. TMII akan menjadi kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, sarana wisata edukasi bermatra budaya nusantara, menjadi cultural theme park berstandar internasional. Fasilitas lain akan mendorong inovasi dan kreativitas anak bangsa. Pada akhirnya akan berkontribusi bagi keuangan negara.