Ilustrasi bencana di NTT. [Foto: Antara]

Kupang [JDN]  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memerintahkan para bawahannya untuk menghitung kerusakan lahan pertanian akibat badai Siklon Seroja di NTT, pada 4 April 2021 lalu. Pihaknya juga akan menghitung padi, jagung, dan ternak terdampak akibat bencana alam itu.

“Saya perintahkan dirjen untuk cepat menyusun agenda dan program nyata,” kata Yasin Limpo kepada wartawan di Kupang, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, penanganan dampak bencana alam di NTT merupakan salah satu perhatian utama Kementerian Pertanian.

Makanya, kata dia, jajaran Kementan bersama pemerintah daerah akan segera menyusun rumusan program yang tepat guna pemulihan produksi padi, jagung, dan peternakan mengingat NTT merupakan sentra produksi jagung dan sapi.

“Saya hadir di sini untuk bangsa dan negara dan ini adalah perintah Bapak Presiden Jokowi. Untuk itu, hari ini memberikan bantuan darurat berupa sembako dan melihat pertanian yang terdampak ada padi, jagung dan peternakan yang habis terkena bencana alam untuk segera dilakukan upaya pemulihan,” ujarnya.

Sebelum penyerahan bantuan ini, Mentan Syahrul bersama Bupati Kupang meninjau lahan pertanian dan peternakan yang terdampak bencana alam di Oesao, Kabupaten Kupang.

Dikatakan, pihaknya tidak hanya membantu pemulihan budidaya padi, jagung, dan peternakan, tapi juga bantuan program yang dapat meningkatkan perekomonian masyarakat.

Setiap rumah yang terdampak bencana alam diberikan bantuan bibit pisang varietas baru dihasilkan Badan Litbang Kementan hingga difasilitasi aspek hilirnya.

“Kita siapkan bibit pisang 100 ribu pohon, tanam setiap rumah, hasilnya sangat bagus, beda dengan pisang umumnya. Namun, yang saya inginkan bukan soal makan pisangnya, tapi hasilnya dikelola secara industri rumah tangga. Bikin kripik dalam kemasan yang bagus dan nilai jualnya tinggi,” ujarnya.

Mentan juga sempat meninjau lokasi dampak banjir di Kabupaten Kupang serta melepas 20 truk yang membawa bantuan logistik serta bantuan untuk pertanian.

 

Kunjungan ini sebagai respon cepat Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mengambil langkah strategis guna menangani dampak bencana alam khususnya mengembalikan produksi padi, jagung dan peternakan.

 

Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menegaskan kunjungan Mentan SYL tentunya tidak hanya menyerahkan bantuan sembako. Namun demikian, yang penting adalah untuk memberikan bantuan dan program pemulihan dan peningkatan hasil pertanian utama padi, jagung dan peternakan.

 

“Jadi bukan hanya menyerahkan sembako saja. Yang jelas kalau Pak Menteri Pertanian turun, artinya bantuan utamanya adalah untuk sektor pertanian,” ujarnya.[Ant/YS]