Jakarta [JDN] – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai, proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menggunakan teknologi tinggi menjadi suatu lompatan yang baik bagi Indonesia.

“Dari yang tadinya belum bisa, sekarang menjadi bisa. Lompatan ini hendaknya kita maknai secara baik,” ujar Budi Karya Sumadi dalam acara Pembukaan Kantor China Railway Group Limited di Indonesia, akhir pekan lalu.

Seperti dikutip Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek itu dibangun melalui kerja sama RI dan Tiongkok

Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan, kerja sama proyek berteknologi tinggi itu perlu diikuti dengan transfer pengetahuan antara kedua belah pihak. Sehingga, para pekerja di Indonesia bisa menambah pengetahuan tentang teknologi tersebut dan begitupun sebaliknya.

“Proses transfer knowledge ini menjadi suatu keharusan dan dijalankan secara simultan,” kata Budi Karya Sumadi.

Menhub Budi Karya Sumadi menyambut baik dibukanya kantor pusat CREC (China Railway Engineering Crop) di Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja sama dalam mengembangkan infrastruktur perkeretaapian.

“Kami berharap ini juga dapat meningkatkan investasi dan membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak untuk Indonesia,” tutur Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, Chief Representative of China Railway Engineering Group Corporation (CREC) Zhang Wei mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam menyelesaikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Termasuk membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

“Kami memiliki komitmen kuat untuk segera merampungkan kerta cepat dan meningkatkan kualitas di Indonesia serta menciptakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan sebagai simbol persahabatan Indonesia dan Tiongkok. Proyek ini salah satu yang kami sangat perhatikan,” ucap Zhang Wei.

Berdasarkan data Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan generasi terbaru CR400AF. Memiliki panjang trase 142,3 km yang terbentang dari Jakarta hingga Bandung. Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki empat stasiun pemberhentian Halim, Karawang, Walini, Tegalluar, dengan satu depo yang berlokasi di Tegalluar. Setiap stasiun akan terintegrasi dengan moda transportasi massal di setiap wilayah.

PT KCIC mengatakan, pembangunannya dilakukan secara masif untuk mengejar target operasional tahun 2021. Dari total panjang trase kereta cepat, lebih dari 80 km di antaranya memiliki struktur elevated atau layang, sedangkan sisanya berupa 13 tunnel dan subgrade. Beberapa fasilitas sementara seperti Batching Plant dan Casting Yard dibangun di beberapa titik kritis untuk mendukung percepatan proses pembangunan.  [YS]