Jakarta (JDN) Pemerintah sedang mempersiapkan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dengan infrastruktur yang memadai. Presiden Joko Widodo Rabu kemarin meninjau lokasi KIT Batang, lalu pada kesempatan ini menjelaskan tentang KIT Batang seluas 4.300 hektar ini. Di antara luas tersebut terdapat 450 hektar hampir selesai, akan digunakan untuk investasi berkaitan dengan teknologi.


“Saya berharap pembangunan KIT untuk menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya, membuka peluang seluas-luasnya. Sehingga ada arus modal yang masuk ke Batang untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Presiden Joko Widodo, Rabu (21/04/ 2021).

KIT Batang, Jawa Tengah, akan banyak menyerap tenaga kerja. Pada KIT fase pertama diharapkan akan merekrut 4.300 orang, tidak termasuk turunannya seperti petugas keamanan, petugas kebersihan, dan pekerja sektor pendukung lainnya. KIT ini akan menjadi semangat cipta lapangan kerja, termasuk bagi putra-putri Batang.

“Bulan depan sudah ada satu perusahaan yang akan ground breaking di sini,” kata Kepala BKPM (Badan koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia dalam pernyataan tertulis di Jakarta (22/04/2021)

Ilustrasi. Pembangunan pabrik untuk usaha manufaktur. (Foto: Mulia Nasution)

Mata rantai birokrasi perizinan di Batang juga akan mendapat prioritas.
“Pemerintah mempersiapkan kawasan KIT ini dengan keandalannya, termasuk fasilitas infrastruktur. Investor silakan datang bawa modal dan teknologi. Kami yang urus perizinan,” kata Bahlil.

Selain Presiden Jokowi, Kepala BKPM ikut mengunjungi KIT Batang pada Rabu kemarin. Bersama dengan Menteri PUPR (Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat), Gubernur Jawa Tengah, Bupati Batang, jajaran direksi PTPN dan PT PP.

Bupati Batang Wihaji menyampaikan, bahwa pemerintah daerah akan memiliki kavling 25 hektar sebagai PKK (Pusat Kegiatan Kabupaten) untuk UMKM.

“Ini akan menjadi supply chain untuk kebutuhan industri besar,” kata Wihaji.

Presidan Joko Widodo meresmikan KIT Batang pada 30 juni 2020. KIT ini merupakan percontohan kerja sama pemerintah dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk menghasilkan lokasi investasi yang bagus. Pengalokasian KIT Batang untuk industri sebesar 60 persen, sedangkan sisanya untuk fasilitas umum, kawasan hijau.

Infrastruktur yang dibangun pada KIT Batang, di antaranya pembangunan simpan susun akses menuju KIT Batang agar terhubung dengan Jalan Tol Batang – Semarang. Akses KIT Batang sepanjang 3,1 kilometer ini memiliki anggaran Rp450 miliar. Progres jalan ini sudah 49 persen, dan masih banyak jalanan kawasan lain seperti Jembatan Kali Mata Air.