ilustrasi Daihatsu. [Foto: Istimewa]
Jakarta [JDN] – Daihatsu menyiapkan langkah khusus untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mobil pascapemberlakuan relaksasi pajak (PPnBM) oleh pemerintah.

Planning and Control Department Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Stephanus Surya menjelaskan, agar bisa terus memenuhi kenaikan permintaan, Daihatsu berupaya memaksimalkan pasokan dengan aksi special yakni 3P: People, Production facility, Part Control.

“Hasilnya, melalui implementasi 3P tersebut dapat meningkatkan dan mempercepat produksi Daihatsu,” ujar Surya.

Menurut dia, hal tersebut dibuktikan dengan pencapaian tact time yang lebih singkat dari sebelumnya 3,1 menit untuk memproduksi satu unit mobil, kini menjadi 1,9 menit. Kapasitas unit yang mampu diproduksi dalam satu tahun naik dari sebelumnya 330.000 unit menjadi 460.000 unit.

Dijelaskan, pihaknya berharap, melalui upaya dan implementasi 3P, dapat meningkatkan pasokan agar lebih memaksimalkan produksi. Hal itu agar dapat memenuhi permintaan pelanggan.

Seperti diberitakan, pemerintah telah mengimplementasikan program relaksasi pajak (PPnBM) secara bertahap dimulai pada Maret 2021. Kebijakan itu dalam rangka memberikan stimulus untuk pasar otomotif di Indonesia. Dukungan itu ternyata memberi dampak positif kepada pasar otomotif nasional.

Pasar otomotif nasional pada Maret 2021 meningkat untuk volume penjualan ritel menjadi sekitar 77.511 unit, atau naik sebesar 65% dibandingkan Februari 2021 yang sebesar 46.943 unit.

Kondisi itu juga dinikmati Daihatsu. Pada periode serupa, penjualan Daihatsu meningkat tinggi sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Penjualannya menjadi 12.000 unit pada Maret 2021, atau naik sekitar 47% dibandingkan Februari 2021.

Surya menambahkan, penjualan Daihatsu melonjak drastis hingga 200%, khususnya pada model mobil yang menikmati relaksasi pajak pada Maret 2021. Sementara itu, dukungan pemasok Daihatsu hanya tersedia 20% dari demand yang ada. [PR/YS]