Ilustrasi pekerja. [Foto: istimewa]
Jakarta [JDN] – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, penduduk yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang. Angka itu meningkat 2,61 juta orang jika dibandingkan angka Agustus 2020. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,34 persen poin), sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Transportasi dan Pergudangan (0,30 persen poin).

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 sebanyak 139,81 juta orang. Jumlah itu  naik 1,59 juta orang jika dibandingkan Agustus 2020.

“Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,31 persen poin,” ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Ia menjelaskan, penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas. Penduduk usia kerja mengalami tren cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia.

Penduduk usia kerja pada Februari 2021 sebanyak 205,36 juta orang, naik sebanyak 2,76 juta orang dibanding Februari 2020 dan naik sebanyak 1,39 juta orang jika dibanding Agustus 2020. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu 139,81 juta orang (68,08 persen), sisanya termasuk bukan angkatan kerja.

Ia memaparkan, sebanyak 78,14 juta orang (59,62 persen) bekerja pada kegiatan informal, turun 0,85 persen poin dibanding Agustus 2020.

Suhariyanto mengatakan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2021 sebesar 6,26 persen, turun 0,81 persen poin dibandingkan Agustus 2020. Persentase setengah penganggur turun sebesar 1,48 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,13 persen poin dibandingkan Agustus 2020.

Jumlah pekerja komuter pada Februari 2021 sebanyak 8,01 juta orang, naik satu juta orang dibanding Agustus 2020.

Ia menjelaskan tingkat pengangguran terbuka (TPT) perempuan mengalami penurunan lebih tinggi daripada laki-laki. Pada Agustus 2020, TPT perempuan sebesar 6,46 persen, maka pada Februari 2021 turun menjadi 5,41 persen. Sedangkan TPT laki-laki pada Agustus 2020 sebesar 7,48 persen dan turun menjadi 6,81 persen pada Februari 2021.

“Tingkat pengangguran terbuka untuk perempuan turun 1,05 persen sementara itu laki-laki penurunan 0,65 persen,” ujar Suhariyanto.

Selain itu, lanjut dia, sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat mengalami penurunan TPT yang cukup cepat. TPT tertinggi tercatat di Kepulauan Riau sebesar 10,12 persen dan terendah di Sulawesi Barat dengan 3,28 persen.

Ditambahkan, tingkat pengangguran mengalami perbaikan dari Agustus. Masih banyak yang terdampak akan tetapi pattern-nya berbeda baik menurut jenis kelamin maupun menurut tempat tinggal dan penurunan ini hampir terjadi di seluruh provinsi. [BPS/Ant/YS]