(Garut-JDN) – Nama Kampung Sampireun sudah sering terdengar oleh penggemar wisata keluarga. Kawasan wisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini memang destinasi favorit untuk wisata keluarga.

Tempat ini menyediakan penginapan, danau yang tenang, serta beragam fasilitas lain. Atas kelengkapan dan kecantikan tempat ini, tak heran Kampung Sampireun menjadi tempat pavorit keluarga saat akhir pekan.

Resor bernuansa Perkampungan Sunda di Desa Sukakarya Kecamatan Samarang, memiliki luas area sekitar 5,5 hektar, termasuk luas Situ Sampireun di dalamnya. Perkampungan wisata ini memiliki tujuh mata air yang jernih, salah satu andalan untuk memikat wisatawan berkunjung ke kawasan ini. Kampung sampireun juga memiliki puluhan bungalow.

Pemandangan indah Sampireun. Menahan hati pengunjung, kenangan pun abadi (Foto: Mulia Nasution)

Rancangan bungalow tersebut dengan ciri khas Rumah Panggung Tatar Sunda Parahyangan. Tersedia perahu untuk setiap bungalow, maka tamu yang menginap dapat menikmati suasana Situ Sampireun.

Selain itu, tempat ini juga menyediakan banyak fasilitas di antaranya Seruling Bambu Resto, Amantie Restot, Warung Kopi, Meeting Room.

Taman Sanghyang Dayu dapat dipergunakan sebagai tempat Dinner Party, Kolam Renang, dan Taman Sari Royal Heritage Spa.

Jangan khawatir dengan fasilitas buat anak, karena ada fasilitas yang terbaru yakni Children Playground.

Kenangan Abadi

Pembangunan resor ini oleh pemiliknya, yaitu Arief s Wirawangsadita, bermula pada tahun 1999. Arief membangun kawasan ini bersama saudaranya.

Jika Hotel Tirtagangga yang Arief miliki dengan mengusung konsep hotel berisi kamar-kamar, Sampireun berbeda. “Saya pakai konsep di atas danau dengan vila-vila di sekitarnya,” kata Arief pada waktu peresmian.

Marzuki Usman, Menteri Pariwisata pada masa itu, meresmikan resor ini.

Dengan konsep tersebut, praktis tamu yang menginap harus menyeberang naik perahu untuk menuju vila. Jadilah Arief mantap membangun resor beserta vila.

Jika sebelumnya Arief lebih sering bolak-balik Garut-Bandung, sejak mendirikan Sampireun praktis ia menetap di Garut. Yang unik, sewaktu mendirikan Sampireun, ternyata pada awalnya Arief tidak mengajukan IMB.

“Karena tempat ini bukan tempat untuk wisata, makanya saya pikir perlu mendekati masyarakat sekitarnya,” kata Arief.

Menurutnya, jika mengurus IMB dulu, ia perlu mengurus izin ke berbagai pihak, dari mulai pemegang saham, alim ulama, hingga ke pemerintah setempat.

Nyatanya, begitu pemerintah setempat melihat tindakannya ini bisa mendatangkan turis, praktis izin sudah di tangan.

Tak perlu heran, hanya dalam waktu 3 tahun Sampireun sudah balik modal.

Arief meninggal dunia pada Juli 2020 lalu. Namun kawasan wisata ini tetap abadi di dalam kenangan pengunjung, maupun kenangan keluarga pemilik.

Tempat wisata Sampireun, perahu menunggu di depan balkon (Foto: Mulia Nasution)

Setiap kamar Kalapalua Suite Lake dilengkapi balkon menghadap danau yang memanjakan mata siapapun saat nongkrong di sana. Tersedia juga alat mainan congklak, permainan masa kecil anak perempuan masa lalu.

Pada masing-masing luar kamar tepi danau, tersedia perahu dengan dermaga mini untuk menambatkan perahu. Pengunjung bisa mendayung perahu untuk berkeliling Danau Sampireun.

Resor yang dikelilingi pegunungan, taman bunga, memberikan nuansa kampung yang kental, asri, dan eksotis.

Tempat wisata Sampireun, cocok buat bulan madu (Foto: Mulia Nasution)

Kampung Sampireun merupakan tempat yang cocok untuk para pasangan muda yang baru menikah, dan ingin merasakan sensasi bulan madu atau honeymoon dengan suasana yang unik, menawan, sejuk, tenang, romantis. Pemandangan alam begitu indah.

ternyata tempat ini menjadi favorit, tidak hanya bagi pasangan bulan madu saja, tetapi untuk pasangan yang ingin menjalin cinta mereka kembali.

Acara keluarga, acara perusahaan, dan bagi Anda yang ingin berlibur.